Deteksi Dini Stroke pada Bayi dan Anak

Waspadailah stroke pada buah hati tercinta. Umumnya, stroke menyerang penderita usia dewasa, namun bayi dan anak juga dapat terserang stroke.

Stroke pada anak relatif jarang dijumpai, namun amat membahayakan jiwa dan masa depan anak. Beragam tipe stroke pada bayi dan anak meliputi stroke iskemik (sumbatan), stroke hemoragik (perdarahan), cerebral sinovenous thrombosis (CSVT, gumpalan atau jendalan). Bila pada orang dewasa 80-85% kasus merupakan stroke iskemik, maka pada anak sekitar 50% merupakan stroke hemoragik, sedangkan insiden CSVT sekitar 1 per 100.000 anak per tahun.
Stroke iskemik disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah arteri di otak, biasanya akibat gumpalan atau jendalan yang disebut thrombus atau thromboembolism. Stroke ini melibatkan pembuluh darah di otak yang disebut middle cerebral artery, juga menyerang beberapa bagian otak, seperti batang otak, cerebellum (otak besar), lobus temporal mesial (samping), thalamus, occipital (belakang).
Faktor Risiko

Stroke hemoragik dipicu beberapa faktor risiko. Pada bayi, disebabkan karena rentan terjadi perdarahan, kecelakaan, kegagalan pembentukan pembuluh darah (vascular malformation), konsumsi salisilat, penyakit von willebrand bawaan sejak lahir, ibu mengkonsumsi obat antikoagulan yang dapat mengurangi faktor pembekuan (koagulasi) yang bergantung vitamin K. Pada anak, disebabkan karena kegagalan pembentukan sistem pembuluh darah bawaan, kelainan pembuluh darah vena, sehingga bila robek akan terjadi perdarahan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.