Ayah Juga Dapat Menyebabkan Anak Kena Autis dan Skizofren

illustrasi

Jakarta, Gangguan perkembangan pada anak adalah hal yang memilukan orangtua. Beberapa penelitian menemukan bahwa kondisi kehamilan memainkan peranan penting bagi perkembangan bayi. Namun ternyata, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa mutasi genetik pada ayah lah yang lebih banyak memicu gangguan pada anak.

Para peneliti telah menemukan bahwa manusia mewarisi sebagian besar mutasi genetiknya dari pihak ayah. Risiko mutasi gen ini akan meningkat seiring dengan pertambahan usia usia ayah.

“Sebagian besar gangguan perkembangan anak berasal dari mutasi gen pada ayah,” tegas David Reich, profesor genetika di Harvard Medical School seperti dilansir Counsel and Heal, Senin (27/8/2012).

Kesimpulan prof Reich ini didasarkan penelitiannya yang menemukan bahwa perbandingan tingkat mutasi pada ayah adalah 3,3 kali dibandingkan pada ibu. Selain itu, tingkat mutasi gen ayah akan meningkat 2 kali lipat saat usianya 20 – 58 tahun, tapi tidak pada ibu.

Penelitian yang dimuat jurnal Nature Genetics ini dilakukan terhadap sekitar 85.000 orang di Islandia dan menegaskan bahwa beberapa gangguan perkembangan anak seperti autisme lebih berkorelasi dengan usia ayah.

Tak hanya itu, penelitian ini juga menghitung tingkat mutasi manusia dan memberikan perkiraan kapankah nenek moyang manusia mulai menyimpang perkembangannya dari primata. Prof Reich mengidentifikasi 2.058 mutasi gen dan menganalisis mutasi yang terjadi pada leluhur manusia dan simpanse pada 3,7 juta hingga 6,6 juta tahun yang lalu.

Penelitian ini menyoroti bahwa gen manusia bisa mengalami perubahan drastis jika para pria cenderung punya anak pada usia yang lebih tua dibandingkan generasi sebelumnya.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Nature juga menunjukkan bahwa pria tua lebih mungkin punya anak autis atau skizofrenia dibandingkan pria muda. Hal ini disebabkan karena mutasi acak yang terjadi lebih banyak seiring bertambahnya usia ayah, namun ibu tidak berisiko menyebabkan gangguan ini.

Temuan tersebut menyimpulkan bahwa semakin tua usia seorang ayah, maka semakin besar kemungkinan anaknya mengidap autisme atau schizophrenia. Penyebabnya, sperma lebih rentan mengalami mutasi genetik karena diproduksi terus-menerus dan sering mengalami mengalami pembelahan sel. Dan sperma dari pria tua lebih banyak error-nya.
(sumber : detik)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.